Apa itu Coretax dan apa perubahannya bagi PKP
Coretax adalah sistem inti administrasi perpajakan yang dikembangkan DJP untuk menggabungkan pendaftaran, pelaporan, pembayaran, dan faktur pajak dalam satu platform. Sistem ini mulai berlaku pada 1 Januari 2025, menggantikan aplikasi dan portal terpisah yang sebelumnya dipakai, termasuk aplikasi e-Faktur lama.
Bagi PKP, perubahan terbesar adalah bahwa penerbitan faktur pajak, pelaporan SPT, dan pengelolaan identitas dilakukan di tempat yang sama dan berbasis akun yang terhubung dengan data wajib pajak. Perubahan itu menuntut pengurus mengaktifkan akun dan sertifikat sebelum transaksi pertama.
Karena sistem terus disempurnakan, fitur dan tata cara dapat berubah. Ikuti panduan resmi DJP dan simpan tangkapan layar setiap proses penting, sebab itu menjadi bukti ketika terjadi gangguan sistem.
Sebelum 2025 banyak PKP memakai aplikasi desktop e-Faktur dengan sertifikat dan nomor seri faktur yang diminta dari DJP. Di Coretax, proses permintaan nomor dan penandatanganan disatukan dalam akun, sehingga prosedur lama tidak bisa diteruskan tanpa penyesuaian.
Wajib pajak yang belum memiliki akun aktif disarankan menyelesaikan aktivasi di luar jam sibuk akhir masa pajak. Antrean verifikasi dapat memakan waktu, dan penerbitan faktur untuk pelanggan penting tidak boleh menunggu urusan akses.
Aktivasi akun, sertifikat elektronik, dan penandatangan
Langkah awalnya adalah mengaktifkan akun wajib pajak di Coretax, memastikan data profil benar, dan mengajukan sertifikat elektronik untuk menandatangani faktur pajak. Untuk badan, penanda tangan harus pengurus atau pihak yang diberi kuasa sesuai ketentuan.
Tentukan siapa yang memegang peran dalam sistem: penanggung jawab, penandatangan faktur, dan staf yang menyiapkan data. Dokumentasikan pembagian ini dan perbarui saat staf berganti, supaya akses tidak tertinggal pada orang yang sudah keluar.
Sertifikat elektronik memiliki masa berlaku. Catat tanggal berakhirnya dalam kalender bersama dan mulai pembaruan jauh sebelum tanggal itu, karena faktur tidak dapat ditandatangani selama sertifikat tidak aktif.
Latih satu simulasi sebelum akhir masa pajak: seorang staf masuk ke Coretax, membuat faktur uji, memeriksa tampilan, dan melaporkan kendala. Simulasi kecil lebih murah daripada menemukan masalah akses saat tenggat tinggal dua hari.
Menerbitkan faktur pajak di Coretax
Faktur pajak memuat identitas penjual dan pembeli, uraian barang atau jasa, dasar pengenaan pajak, dan PPN yang terutang. Identitas pembeli harus sesuai dengan data DJP; pembeli yang tidak memberikan NPWP atau NIK yang benar menimbulkan penolakan atau pembetulan di kemudian hari.
Penjual juga mencantumkan identitas tempat kegiatan usaha sesuai yang terdaftar. Bagi perusahaan dengan beberapa lokasi, pastikan tiap faktur menunjuk lokasi yang menyerahkan barang atau jasa, bukan selalu kantor pusat.
Faktur pajak dibuat pada saat penyerahan dan, menurut ketentuan umum, paling lambat pada tanggal 15 bulan berikutnya. Jadwalkan penerbitan faktur dalam satu sesi tetap setiap pekan supaya tidak menumpuk di akhir masa pajak.
Contoh kesalahan identitas: pembeli memberikan nomor identitas lama yang tidak lagi cocok dengan data DJP, sehingga faktur ditolak. Minta pembeli mengirim salinan data terbaru dari DJP sebelum faktur pertama, dan perbarui berkas induk pelanggan Anda.
Penyerahan kepada pembeli yang tidak wajib memiliki NPWP, misalnya konsumen akhir, memiliki ketentuan identitas yang berbeda dari pembeli korporat. Minta konsultan menjelaskan data apa yang cukup dan bagaimana mencatatnya agar faktur tidak ditolak.
Pembatalan, retur, dan pembetulan faktur
Faktur yang salah tidak dihapus, melainkan dibatalkan atau diganti melalui mekanisme sistem, sehingga jejak perubahan tetap ada. Retur barang atau pengurangan harga diperlakukan melalui dokumen khusus yang memengaruhi PPN keluaran masa berjalan.
Dalam praktik, kesalahan terbanyak adalah salah identitas pembeli, salah dasar pengenaan pajak karena diskon tidak dimasukkan, dan salah tarif. Periksa daftar faktur sebelum disampaikan untuk meminimalkan pembetulan.
Komunikasikan pembetulan kepada pembeli. Pembeli yang sudah mengkreditkan pajak masukan dari faktur lama perlu menyesuaikan pembukuannya, dan pesan singkat yang jelas mencegah selisih di SPT mereka.
Nilai tukar dan diskon sering menjadi sumber selisih. Pastikan dasar pengenaan pajak pada faktur pajak sama dengan nilai bersih di faktur penagihan setelah diskon, dan catat alasan bila keduanya berbeda, misalnya potongan harga yang diberikan setelah penyerahan.
Faktur PDF penagihan dan faktur pajak: dua dokumen berbeda
Dalam penjualan B2B, pelanggan menerima dokumen penagihan yang memuat nomor, rincian, jumlah, dan cara bayar, ditambah faktur pajak elektronik yang dipakai untuk kewajiban pajak. Keduanya sebaiknya saling merujuk lewat nomor transaksi yang sama.
4invoices.net menyusun faktur PDF dan menyimpannya di arsip; produk ini tidak membuat faktur pajak elektronik, tidak terhubung ke Coretax, dan tidak mengunggah apa pun ke DJP. Integrasi e-faktur otomatis dalam ekosistem hanya tersedia untuk Rumania.
Sebagian penyedia jasa aplikasi perpajakan resmi menawarkan integrasi antara sistem perusahaan dan Coretax. Jika volume faktur Anda tinggi, evaluasi opsi tersebut dengan konsultan Anda, dan pastikan penyedia terdaftar resmi di DJP.
Bila volume mencapai ratusan faktur per bulan, kerja manual di antarmuka menjadi pembatas. Tanyakan kepada konsultan tentang unggah massal atau sambungan dengan penyedia aplikasi resmi, dan uji dulu pada satu masa pajak sebelum dipakai untuk seluruh transaksi.
Siapkan juga panduan internal satu halaman untuk staf penagihan: kapan faktur PDF dikirim, kapan faktur pajak diterbitkan, siapa menandatangani, dan ke mana pembeli menghubungi bila ada salah data. Panduan singkat mengurangi pertanyaan berulang.
Gangguan, kesalahan, dan kebiasaan yang membantu
Sistem baru kerap mengalami antrean atau pembaruan fitur. Hindari menerbitkan faktur dalam jumlah besar tepat sebelum tenggat; sebarkan pekerjaan sepanjang bulan sehingga gangguan satu hari tidak menimbulkan keterlambatan.
Simpan salinan data faktur dalam format yang dapat Anda baca sendiri, misalnya daftar di pembukuan 4softerp.net, supaya rekonsiliasi dengan data DJP tidak bergantung pada akses sistem saat itu juga.
Latih lebih dari satu orang. Ketergantungan pada satu staf yang paham Coretax adalah risiko operasional; saat staf itu cuti, tenggat pajak tidak ikut berhenti.
Buat daftar kontak darurat: konsultan pajak, pengelola akun, dan layanan bantuan DJP. Simpan juga nomor tiket bantuan setiap kali menghubungi DJP, karena nomor itu membantu membuktikan Anda sudah berupaya ketika terjadi keterlambatan akibat gangguan sistem.
Contoh jadwal sederhana: faktur diterbitkan setiap Kamis untuk pengiriman pekan itu, tinjauan daftar faktur pada tanggal 5 bulan berikutnya, dan SPT Masa PPN disiapkan pada tanggal 15.